Pekanbaru, Detak Indonesia--Seorang pedagang kurma online di Pekanbaru Riau, Zainal (30) yang dituding terduga teroris yang ditangkap aparat berwenang di rumah kontrakannya di Jalan Muslimin I Kelurahan Sidomulyo Timur Kecamatan Marpoyandamai Pekanbaru Riau Senin lalu (14/6/2021) sekira pukul 08.00 WIB, 30 menit pasca salah tangkap M Hendri Usman yang dikira teroris, saat ini Zainal ditahan di Polresta Pekanbaru, Riau.
Hal ini disampaikan isteri Zainal yang enggan disebut namanya kepada wartawan saat ditemui di rumah kontrakannya di Jalan Muslimin I Sidomulyo timur Kecamatan Marpoyandamai Pekanbaru, Jumat (2/7/2021).
"Ya, suami Saya ditahan di Polresta Pekanbaru. Saya tak tahu apa alasannya ditahan," katanya heran.
Rumah kontrakan Zainal
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya yang dikonfirmasi wartawan Jumat (2/7/2021) di Mapolresta Jalan Ahmad Yani Pekanbaru masalah terduga teroris Zainal ditahan di Polresta Pekanbaru pihaknya berjanji akan beri penjelasan nantinya. Apa kesalahan Zainal sehingga ditahan di Polresta Pekanbaru juga belum dijelaskan oleh Kombes Nandang kepada wartawan. Masalah salah tangkap terduga teroris hal ini Kapolresta Pekanbaru nampak berat menjawab pertanyaan wartawan.
Sementara dari keterangan masyarakat yang dikumpulkan, selama lebih kurang empat tahun Zainal dan isterinya tinggal di kawasan tersebut tak ada teror yang dilakukan Zainal. Makanya warga heran, Zainal yang sehari-hari jualan kurma, madu, dan lain-lain secara online di rumahnya baik-baik saja. Ramah sama warga, membantu warga, membantu isterinya masak di dapur.
Namun entah kenapa aparat menangkap Zainal dan aparat tak pula mau menjelaskan kepada wartawan kejahatan apa yang dilakukan Zainal selama empat tahun tinggal di sini. Sedihnya lagi oknum aparat salah tangkap, dikira teroris malah M Hendri Usman yang babak belur disiksa oknum aparat di Pekanbaru beberapa waktu lalu karena Hendri dikira Zainal yang dicari karena kebetulan rumah mereka ini berdekatan sekali.
M Hendri Usman yang ditemui wartawan Jumat (2/7/2021) di rumahnya dekat rumah Zainal mengatakan gak mau banyak bicara soal siksaan yang diterimanya dari oknum aparat yang salah tangkap dirinya dikira terduga teroris Zainal beberapa waktu lalu. Kondisi Hendri nampak belum normal, jalannya masih terpincang-pincang, tertatih-tatih. Masih ada bekas luka siksaan oknum di tubuhnya.
Sementara ayah M Hendri Usman, Ibrahim mantan Ketua RT di situ enggan banyak bicara karena katanya takut disalahkan kalau bicara. Pak Ibrahim nampak kesal dengan kondisi ini. Ibrahim kesal anaknya mendapat penganiayaan tapi pelaku penganiayaan tidak diketahuinya apakah sudah ditindak apa belum.
Seperti diberitakan sebelumnya, Zainal yang dituding diduga terlibat jaringan teroris itu dicokok saat berada di dapur rumah kontrakannya membantu isterinya masak. Sejumlah petugas berpakaian preman dan berpakaian resmi ramai di depan rumah kontrakan Zainal itu.
Demikian dijelaskan mantan Ketua RT di kawasan itu Pak Ibrahim Selasa lalu (15/6/2021). Menurut saksi mata mantan Pak Ibrahim dia melihat Zainal dijemput aparat di rumah kontrakan milik Pak Ibrahim itu dan diborgol lalu dibawa entah kemana.
Zainal menurut Ibrahim orangnya baik membantu isterinya masak anak dua orang berjualan berbagai produk online seperti kurma di rumah kontrakannya yang disewa Rp500 ribu/bulan kepada Pak Ibrahim
"Setahu Saya Zainal itu baik orangnya tidak ada melakukan yang aneh-aneh selama empat tahun ngontrak di rumah kontrakan saya ini. Saya harap aparat tidak main keras," kata Ibrahim dulunya.(azf)